Metode 5:30:7 vs Pressure Cooker
Di dapur rumahan, terutama dapur ibu-ibu Indonesia, tujuan memasak bukan cuma cepat, tapi juga hasilnya enak, matang merata, dan bisa diandalkan setiap hari. Karena itu, banyak yang mulai bertanya:
“Perlu nggak sih pressure cooker / Presto?”
atau
“Kalau nggak punya pressure cooker / Presto, bisa pakai metode lain?”
Artikel ini membahas dua pendekatan memasak yang sering dibandingkan: pressure cooker (presto) dan metode 5:30:7, lengkap dengan fungsi, cara kerja, dan kapan sebaiknya dipakai—supaya kamu bisa memilih yang paling pas untuk kebutuhan dapur di rumah.
Apa Itu Pressure Cooker?
Pressure cooker atau sering disebut sebagai Presto adalah panci tertutup rapat yang memasak makanan dengan tekanan tinggi. Ketika dipanaskan, uap air terperangkap di dalam panci, menaikkan tekanan dan suhu di atas titik didih normal air.
Cara Kerja Singkat Pressure Cooker
- Panci dikunci rapat
- Uap tidak bisa keluar
- Tekanan naik → suhu bisa mencapai ±120°C
- Panas tinggi ini mempercepat pematangan bahan
Penggunaan Umum Pressure Cooker
Pressure cooker biasanya digunakan untuk:
- Daging sapi tua
- Iga, tulang, kikil
- Kaldu tulang
- Kacang-kacangan keras
- Masakan yang butuh empuk cepat
Keunggulan utamanya satu: waktu.
Masakan yang biasanya butuh 1–2 jam bisa selesai jauh lebih cepat.
Tantangan Pressure Cooker di Dapur Sehari-hari
Meski terdengar ideal, dalam praktik harian banyak ibu-ibu menemukan beberapa tantangan:
- Kurang fleksibel untuk dikoreksi
Begitu panci terkunci dan bertekanan, sulit membuka untuk cek rasa atau tekstur. - Risiko overcook
Jika waktu meleset sedikit, tekstur bisa terlalu lembek. - Kurang cocok untuk masakan ringan
Untuk ayam, tahu, tempe, atau semur sederhana, pressure cooker sering terasa “berlebihan”. - Tidak semua orang nyaman dengan tekanan tinggi
Ada yang merasa waswas dengan suara, uap, atau mekanismenya.
Karena itulah, banyak ibu-ibu akhirnya mencari alternatif yang lebih tenang tapi tetap berhasil.
Metode 5:30:7 sebagai Alternatif Rumahan
Di sinilah metode masak 5:30:7 jadi menarik. Metode ini tidak menggunakan tekanan, melainkan mengandalkan waktu dan panas stabil. Selain itu metode ini HEMAT GAS!
Metode masak 5:30:7 adalah teknik memasak dengan menyalakan api hanya di awal dan akhir, sementara proses utama memanfaatkan panas sisa dalam panci tertutup.
- 5 menit pertama → masak hingga mendidih
- 30 menit berikutnya → api dimatikan, panci tetap tertutup
- 7 menit terakhir: api dinyalakan kembali untuk pematangan akhir
Metode ini memanfaatkan:
- Panas perlahan
- Uap alami dalam panci
- Waktu yang cukup agar bahan matang sampai dalam
Perbandingan Singkat: Pressure Cooker vs Metode 5:30:7
| Aspek | Pressure Cooker | Metode 5:30:7 |
|---|---|---|
| Prinsip kerja | Tekanan tinggi | Panas stabil + waktu |
| Kecepatan | Sangat cepat | Lebih lambat |
| Kontrol di tengah masak | Minim | Sangat fleksibel |
| Risiko overcook | Lebih tinggi | Lebih rendah |
| Cocok untuk | Daging keras, tulang | Masakan harian |
| Tingkat “tenang” saat masak | Rendah | Tinggi |
Kapan Metode 5:30:7 Bisa Menggantikan Pressure Cooker?
Untuk kebutuhan dapur sehari-hari, metode 5:30:7 sering kali sudah lebih dari cukup, terutama untuk:
- Ayam ungkep
- Semur ayam
- Tahu & tempe bumbu
- Lauk berkuah ringan
- Masakan yang ingin bumbunya meresap pelan
Banyak ibu-ibu merasa metode ini:
- Lebih mudah dikontrol
- Bisa ditinggal sebentar tanpa panik
- Hasilnya konsisten dan “berasa”
Kapan Pressure Cooker Tetap Dibutuhkan?
Pressure cooker tetap unggul jika kamu:
- Memasak daging sapi tua
- Mengolah tulang & iga
- Membuat kaldu pekat
- Dikejar waktu sangat singkat
Dalam kondisi ini, pressure cooker memang tidak tergantikan.
Kesimpulan: Pilih yang Sesuai, Bukan yang Paling Canggih
Untuk dapur rumahan:
- Pressure cooker adalah alat spesialis
- Metode 5:30:7 adalah metode serba guna
Kalau tujuanmu adalah masak harian yang tenang, enak, dan bisa diulang tanpa drama, metode 5:30:7 bisa jadi sahabat baru di dapur—bahkan tanpa perlu alat tambahan.
FAQ
Apakah metode 5:30:7 bisa menggantikan pressure cooker?
Tidak sepenuhnya. Metode 5:30:7 cocok untuk masakan harian, tapi tidak secepat pressure cooker untuk daging keras atau tulang.
Mana yang lebih hemat gas?
Metode 5:30:7 sering lebih stabil karena menggunakan api kecil terus-menerus. Pressure cooker cepat, tapi butuh panas tinggi di awal.
Apakah metode 5:30:7 aman untuk pemula?
Sangat aman karena tidak menggunakan tekanan tinggi dan mudah dikoreksi di tengah proses.
Kalau tidak punya pressure cooker, apakah metode 5:30:7 cukup?
Untuk sebagian besar masakan rumahan Indonesia, ya, sudah sangat cukup.
Apakah metode 5:30:7 harus persis waktunya?
Tidak harus detik per detik. Yang penting urutan fase dan penggunaan api kecil dijaga.
Baca juga artikel lainnya :