Kalau bicara tentang Putri Salju kue kering Ramadan, rasanya seperti bicara tentang tradisi yang tidak pernah absen. Sejak dulu, kue ini selalu hadir di toples ruang tamu saat Ramadan dan Lebaran. Asalnya memang terinspirasi dari kue kering Eropa yang dilapisi gula halus, lalu diadaptasi dengan sentuhan lokal. Di Indonesia, Putri Salju identik dengan bentuk bulan sabit dan taburan gula putih tebal seperti salju.
Namun, meski terlihat sederhana, banyak pemula merasa bingung saat pertama kali membuatnya. Kenapa hasilnya terlalu keras? Kenapa melebar saat dipanggang? Kenapa gulanya tidak menempel dengan cantik?
Masalah ini biasanya terjadi karena adonan terlalu lama dimixer, komposisi tepung tidak seimbang, atau suhu oven terlalu tinggi. Putri Salju termasuk kue yang teksturnya lembut dan rapuh, jadi tekniknya memang harus lebih lembut juga. Kuncinya ada pada cara mencampur dan memahami karakter adonan.
Mengapa Putri Salju Jadi Kue Wajib Ramadan?
Ada alasan kenapa Putri Salju selalu jadi favorit saat ramadan dan lebaran. Pertama, teksturnya ringan dan lumer di mulut, cocok disantap setelah makanan berat. Kedua, tampilannya cantik dan bersih, membuat toples terlihat penuh dan elegan. Ketiga, proses membuatnya tidak serumit yang dibayangkan, asalkan tahu teknik dasarnya.
Putri Salju juga termasuk kue kering yang ramah untuk pemula. Tidak perlu teknik dekorasi rumit. Tidak perlu mixer lama. Bahkan bisa diaduk manual dengan spatula.
Rahasia Tekstur Lumer tapi Tidak Hancur
Sering kali orang mengira semakin lama adonan dimixer, hasilnya akan semakin lembut. Padahal pada kue kering seperti Putri Salju, terlalu lama mengocok justru membuat gluten terbentuk berlebihan. Akibatnya kue jadi keras.
Penggunaan maizena dan susu bubuk membantu membuat tekstur lebih ringan. Lemak dari mentega juga berperan penting memberi sensasi lumer saat digigit. Jadi kuncinya adalah mencampur secukupnya sampai rata, bukan sampai mengembang.
Suhu oven juga penting. Jika terlalu tinggi, bagian bawah cepat kecokelatan sementara dalamnya belum matang sempurna. Gunakan suhu sedang dan kenali oven masing-masing.
Resep Pilihan Mamah: Putri Salju Keju Lumer tapi Kokoh
Resep ini cocok untuk pemula karena teksturnya lumer tetapi tetap kokoh, jadi tidak mudah hancur saat dipindahkan ke toples. Rasa gurih dari keju edam membuat manisnya gula tabur terasa seimbang.
Hasil sekitar 600 gram (tanpa taburan).
Bahan-bahan
- 250 gram mentega
- 60 gram gula pasir butir halus
- 1 butir kuning telur
- 50 gram keju edam, parut
- 300 gram tepung terigu
- 30 gram susu bubuk
- 30 gram tepung maizena
- Gula icing atau gula donat secukupnya untuk taburan
Cara Membuat
- Siapkan baskom besar, lalu masukkan mentega, gula halus, dan kuning telur. Mixer sekitar 1 menit saja sampai tercampur rata. Tidak perlu sampai mengembang.
- Tambahkan keju edam parut dan aduk kembali hingga rata.
- Masukkan tepung terigu, maizena, dan susu bubuk. Aduk menggunakan spatula sampai adonan tercampur dan bisa dipulung. Jangan terlalu lama mengaduk agar hasilnya tidak keras.
- Letakkan adonan di atas plastik, tutup bagian atasnya dengan plastik lagi. Gilas dengan rolling pin setebal kurang lebih ½ cm.
- Cetak menggunakan cetakan bulan sabit atau sesuai selera.
- Tata di loyang yang sudah dioles tipis margarin.
- Panggang pada suhu 160°C selama 20–25 menit sampai matang. Bagian bawah biasanya sedikit keemasan.
- Keluarkan dari oven, biarkan agak hangat. Saat masih hangat, taburi dengan gula icing hingga merata. Biarkan dingin sebelum disimpan dalam toples kedap udara.
Resep Original oleh Fitri Sasmaya

Kenapa Resep Ini Cocok untuk Pemula?
Komposisi mentega yang cukup membuat kue terasa lembut dan lumer. Tambahan maizena membuat teksturnya ringan. Keju edam memberi rasa gurih tanpa membuat kue terlalu asin. Proses mixing yang singkat juga meminimalkan risiko gagal.
Kalau ingin hasil lebih “bersalju”, taburi dua kali. Pertama saat hangat agar gula menempel. Kedua setelah dingin agar tampilannya lebih putih cantik.
Penutup
Pergi ke pasar membeli kurma,
Pulangnya bawa kelapa parut.
Kalau ingin kue sempurna,
Belajar sabar dan jangan kalut.
Membuat Putri Salju kue kering Ramadan sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Yang penting paham teknik dasarnya dan berani mencoba. Jangan takut gagal. Justru dari percobaan pertama itulah kita belajar mengenali adonan dan oven sendiri.
Kalau sudah berhasil, jangan lupa bagikan hasilnya di Cookpad. Siapa tahu resep buatanmu jadi inspirasi Ramadan berikutnya.
Mau lebih banyak lagi dapatkan Tips dan Rekomendasi Resep Premium dari Mamah Cookpad? Ayo Gabung juga Whatsapp Channel Cookpad sekarang
FAQ Seputar Putri Salju Kue Kering Ramadan
1. Kenapa Putri Salju saya keras?
Biasanya karena adonan terlalu lama dimixer atau tepung terlalu banyak.
2. Kenapa bentuknya melebar saat dipanggang?
Mentega terlalu lembek atau adonan kurang dingin sebelum dipanggang.
3. Kapan waktu terbaik menabur gula?
Saat kue masih hangat agar gula menempel sempurna.
4. Berapa lama Putri Salju tahan?
Jika disimpan dalam toples kedap udara, bisa tahan 2–3 minggu.
5. Apakah bisa tanpa mixer?
Bisa. Gunakan spatula dan aduk sampai rata saja.
6. Kenapa bagian bawah cepat cokelat?
Suhu oven terlalu tinggi atau posisi rak terlalu bawah.

